Manfaat Vitamin E

Berbagai macam vitamin dibutuhkan oleh tubuh kita, dari Vitamin A, B, C, D, E dan Vitamin K. Masing-masing vitamin mempunyai manfaat dan fungsi sendiri-sendiri. Begitu juga dengan Vitamin E, vitamin E merupakan salah satu nutrisi penting yang sangat diperlukan oleh tubuh. 
Vitamin E memiliki sifat sebagai penghancur radikal bebas, yang artinya vitamin E memiliki peran yang sangat penting untuk melindungi imunitas tubuh kita. Vitamin E larut dalam lemak namun vitamin ini tidak dapat dihasilkan sendiri oleh tubuh, jadi vitamin ini hanya dapat diperoleh dari bahan-bahan makanan yang kita konsumsi setiap hari.  

Sumber Vitamin E (Tokoferol) dan Fungsi Vitamin E

Vitamin E memiliki nama lain tokoferol, yaitu jenis vitamin yang secara kimia mudah larut dalam lemak tubuh sehingga membuat tubuh lebih sehat jika asupan vitamin E hariannya terpenuhi setiap hari. Salah satu contoh peranan vitamin E dalam tubuh adalah memberi perlindungan terhadap sistem imun tubuh agar tak mudah terinfeksi toksin seperti polusi udara, sindrom pramenstruasi, katarak, penyakit pada sistem saraf dan diabetes.

Sebuah kondisi yang mengindikasikan tubuh kekurangan vitamin E diantaranya menimbulkan beberapa gejala seperti berikut:
  • Libido rendah
  • Kulit kering dan kusam
  • Bayi lahir prematur dengan berat yang dibawah normal dan rentan terhadap anemia
  • Otak sulit berkonsentrasi
  • Dapat menyebabkan mata minus
  • Membuat seseorang berisiko terserang penyakit jantung dan kanker
Vitamin E juga diduga bisa mengatasi kesuburan pria karena antioksidan yang terkandung di dalamnya dianggap bisa memperbaiki kualitas sperma yang rusak akibat radikal bebas. Meski begitu, terdapat perbedaan hasil penelitian mengenai khasiat vitamin E dalam menangani kesuburan pria.
Beberapa penelitian menunjukkan hasil yang positif, namun ada beberapa penelitian yang tidak menemukan manfaat tersebut. Oleh karena itu, masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai dampak vitamin E pada tingkat kesuburan pria.
Kekurangan vitamin E sebenarnya jarang terjadi dan jika pun terjadi, sepertinya kondisi ini lebih banyak dialami oleh mereka yang melakukan diet lemak sangat rendah, memiliki gangguan pencernaan, atau menderita kistik fibrosis (penyakit mematikan yang bisa merusak sistem pencernaan dan paru-paru).

Memanfaatkan Vitamin E

Penggunaan vitamin E tidak boleh sembarangan karena konsumsi yang tidak mengikuti aturan bisa berdampak negatif bagi tubuh. Berikut tata cara penggunaan vitamin E:
Jangan gunakan dosis secara berlebihan. Vitamin E kemungkinan tidak aman jika diminum dalam dosis tinggi setara 400 IU atau lebih, terutama jika Anda menderita diabetes atau penyakit jantung. Menurut beberapa penelitian, dosis tinggi vitamin E mungkin bisa meningkatkan risiko terkena efek samping serius, bahkan kematian. Dosis harian vitamin E yang direkomendasikan adalah 22.4 IU (untuk usia 14 tahun ke atas).
Dosis berlebihan juga bisa menyebabkan diare, kram perut, mual, kelelahan, sakit kepala, memar, ruam, pendarahan dan penglihatan buram.
Hindari mengonsumsinya bersamaan dengan multivitamin. Beberapa penelitian menemukan bahwa mengonsumsi suplemen vitamin E dan banyak suplemen multivitamin lainnya mungkin bisa meningkatkan risiko kanker prostat pada sebagian pria. Untuk itu, lebih baik Anda berjaga-jaga dengan tidak mengonsumsi keduanya secara bersamaan. Perhatikan dosis suplemen yang Anda konsumsi.
Tidak semua orang bersahabat dengan vitamin E. Ada beberapa kalangan yang sebaiknya menghindari vitamin E atau setidaknya berkonsultasi terlebih dahulu sebelum mengonsumsi suplemen vitamin E seperti ibu hamil, penderita stroke, kekurangan vitamin K, memiliki gangguan pendarahan, penderita kanker kepala dan leher, sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu atau ingin melakukan operasi.

No comments

herbal